Selasa, 09 April 2013

My Village

Aku akan sangat merindukan Desa ini, memang bukan tempat kelahiranku,
tapi disini aku tumbuh besar dan pulang setiap kali aku merasa sangat lelah saat bekerja di kota besar.

Suasana pedesaan

Aku akan merindukan desa ini, dimana aku menghabiskan masa kecilku di sawah - sawah yang luas, bermain lumpur, mencari keong dan mandi di Sumber Air yang berada di bawah Pohon - Pohon besar berusia ratusan tahun, Airnya mengalir dari celah - celah akar, sangat dingin dan jernih sekali,
ikan - ikan kecil berenang - renang di antara batu - batu sumber,
aku dan teman - teman sering berebut mencari ikan saat mandi disana ^^...

Manis sekali kenangan masa kecilku di Desa ini,
Pernah suatu hari aku berlari sangat kencang karena seekor anak Sapi mengejarku, lalu teman - temanku berlari sama kencangnya mengejar anak Sapi itu, berusaha menghentikannya, tapi kami semua akhirnya jatuh ke lumpur sawah di iringi tawa yang meledak ledak, hahahaa...

Desaku yang indah - Ngebruk - sepanjang jalan kenangan waktu kecil

Ya ini adalah Desaku, dimana luas lahan sawah masih mendominasi daripada lahan pemukiman,
dimana aroma udara masih identik dengan wangi daun - daun segar dan wangi khas Jerami bakar,
dimana sampai sekarang masih terdapat Andong sebagai Angkutan umum...

Desa ini bukan desa yang terkenal, mungkin nggak banyak orang yang tau, sebuah Desa yang terletak di wilayah Kabupaten Malang, Kecamatan Sumberpucung.Sebelah timur wilayah Bendungan Sutami.
Jika di tempuh dari kota malang, perjalanannya sekitar 1-2 jam. Desa Ngebruk namanya.

Di dekat rumahku, ada sebuah Stasiun Kereta Api kecil, Stasiun Ngebruk. Terletak di ketinggian +319 m dpl Stasiun ini cuma disinggahi Kereta Api kelas ekonomi Penataran.

 Meskipun kecil, Stasiun ini selalu ramai,
Kereta Api menjadi angkutan vavorit orang - orang disini, karena murah.

Pos Penjaga perlintasan kereta api

Tempat ini juga menjadi tempat bermain vavoritku dan teman - teman selain di sawah,
Kita biasanya Ngumpul di belakang POS Perlintasan Kereta Api, menunggu Kereta Api,
ketika Kereta Api datang, kita semua duduk di kawat rel, merasakan getaran arus Kereta Api sambil melambai - lambaikan tangan kearah penumpang Kereta Api, Norak memang, tapi apa itu norak? kita nggak kenal, kita taunya Bahagia, dan harus berlari cepat ketika Petugas Kereta Api datang memarahi kami, apa yang kita lakukan itu memang berbahaya. hehe

Perlintasan kereta api

Itulah, sedikit cerita tentang Desaku,
Desa yang akan sangat ku rindukan, karena sebentar lagi aku akan berpindah tempat tinggal,
InsyaAllah mengikuti Suami ke kota Magelang, berpindah kependudukan Magelang, setelah menikah nanti.
Memang, suatu waktu aku bisa saja pulang kampung,
tapi rasanya akan sangat berbeda, karena sudah terbiasa tinggal dengan suasana seperti ini.....

tower kereta api

 Kadang - kadang aku sering mengeluh, tidak ada signal, tidak bisa Online, tidak bisa jalan - jalan ke Mall
tapi saat aku keluar rumah dan berjalan - jalan mengitari Desa ini, Aku merasa sangat beruntung.
thanks you Allah SWT, memberiku kesempatan tinggal di Desa ini...
i love my village and will miss you always....

NB : Take Picture with Blackberry Bold 9000, 10 April 2013

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

© rinkamhori, AllRightsReserved.

Rinkamhori